Artikel

Kalangan pekerja usia 25-40 tahun masa kini seringkali disebut generasi sandwich, alias generasi yang terjepit seperti roti sandwich. Maksudnya kalangan pekerja ini menanggung biaya hidup diri sendiri, anaknya, dan juga orang tua. Kebayang gak, gaji yang kita dapat tiap bulannya harus memenuhi semua kebutuhan orang rumah mulai diri kita sendiri, anak, orang tua dan saudara kandung yang lain?

Kita perlu menanggung biaya hidup orang tua karena mereka sudah tidak bekerja dan tidak menyiapkan dana pensiun dengan baik. Atau terkadang ada situasi orang tua dalam keadaan sakit-sakitan dan tidak memiliki asuransi kesehatan sehingga kita yang harus menanggung biaya kesehatannya.

Keadaan generasi sandwich ini bisa juga dialami oleh anak-anak kita jika tidak menyiapkan biaya hidup di hari tua mendatang. Karena memiliki umur yang panjang juga mendatangkan risiko untuk menanggung biaya hidup dan juga biaya untuk kesehatan yang mulai menurun.

Dengan perencanaan dan pengelolaan  keuangan yang baik, kita dapat berdamai dengan keadaan generasi sandwich ini. Berikut beberapa hal yang harus disiapkan agar kita dapat berdamai dan memutus mata rantai generasi sandwich ini:

  1. Hitung kebutuhan bulanan

Hal yang paling utama untuk mengelola keuangan dengan baik adalah keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Hitung dengan cermat semua pengeluaran mulai dari biaya hidup, gaya hidup, sampai dana yang perlu dikirimkan untuk orang tua atau saudara lain. Jika memang belum mampu memberi uang orang tua dana yang besar jangan terlalu dipaksakan, lebih baik memberi dana yang sesuai kemampuan kita. Begitupun gaya hidup jangan sampai memaksakan dengan kemampuan finansial. Karena selain pengeluaran di atas, kita perlu menyiapkan biaya lain seperti biaya asuransi, pendidikan anak hingga dana pensiun.

  1. Cari sumber pemasukan tambahan

Jika memang semua pengeluaran sudah ditekan dan masih belum mencukupi semua kebutuhan maka salah satu solusinya adalah mencari penghasilan tambahan atau mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi. Mencari pemasukan tambahan di era sekarang terbilang mudah karena banyak pilihan mulai dari berjualan online, menyewakan barang yang tidak terpakai di rumah, bergabung menjadi pengemudi transportasi online, sampai membuka jasa sesuai keahlian kita seperti mendesain atau memasak.

  1. Beli asuransi

Ada idiom sehat itu murah dan sakit itu mahal. Alasannya karena biaya pengobatan dan jasa tenaga medis saat ini mahal. Untuk mengantisipasi biaya pengeluaran pengobatan yang mahal, ada baiknya membeli produk asuransi.  Karena selain cover biaya kesehatan, manfaat asuransi  jiwa lain untuk memberikan jaminan uang warisan kepada keluarga yang ditinggalkan jika pemegang polis meninggal. Dengan begitu keluarga yang ditinggalkan tidak perlu kesusahan ekonomi.

  1. Persiapkan dana pensiun

Agar keadaan generasi sandwich tidak terulang lagi pada anak kita, maka kunci utamanya adalah mempersiapkan dana pensiun tersebut saat kita masih produktif bekerja. Mempersiapkan dana pensiun yang paling ideal adalah langsung menyisihkan dari penghasilan bulanan kita untuk ditaruh di instrumen investasi.  Salah satunya investasi reksa dana.

Pilihan berinvestasi di reksadana karena produk ini menawarkan ragam pilihan produk, mulai dari yang profil risiko agresif, moderat dan konservatif. Profil risiko investasi ini menunjukkan juga seberapa besar return yang dihasilkan.

Sebagai informasi, kinerja industri reksadana di Indonesia sepanjang tahun 2017 memberikan return terendah sebesar 4,48% dari reksadana pasar uang dan return tertinggi 11,25% dari reksadana saham. Sebagai contoh, jika kita saat ini berusia 25 tahun dan rutin berinvestasi di reksadana sebesar Rp 1 juta per bulan selama 30 tahun maka hasil investasi kita di usia 55 tahun sebesar Rp 1,5 miliar yang dapat digunakan untuk dana pensiun. Dengan catatan investasi reksadana memberikan return minimal 11% per tahun.

Dengan dana pensiun Rp 1,5 miliar dan biaya hidup kita selama pensiun Rp 5 juta. Maka dana pensiun tersebut dapat digunakan selama 25 tahun. Salah satu produk reksadana yang dapat dipilih adalah produk reksa dana besutan Samuel Aset Manajemen (SAM) yang dapat dicek di https://www.reksadanasam.co.id/

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel
Tips Mengelola Keuangan untuk Mahasiswa

Ketika memasuki dunia perkuliahan, berarti secara tidak langsung dituntut untuk menjadi seseorang yang dewasa dan bertanggung jawab. Lebih-lebih lagi untuk mahasiswa yang merantau, biasanya harus bisa mengatur keuangannya dengan lebih baik, supaya tidak ada drama di akhir bulan. Ada kalanya mahasiswa tidak dapat membedakan antara gaya hidup dan biaya hidup. …

Artikel
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Nilai Investasi Reksa Dana Tiba-tiba Turun?

Saat market IHSG mendadak anjlok, sangat mungkin kalau investasi reksa dana berbasis saham atau campuran yang kamu miliki nilainya ikut turun. Menyiapkan strategi untuk menghadapi market yang tengah bergejolak adalah hal yang penting dilakukan oleh setiap investor, termasuk investor reksa dana. Simak beberapa langkah berikut ini yang bisa kamu lakukan …

Artikel
Tips Jitu dan Bijaksana Menggunakan THR

Bagi umat Islam, bulan Ramadan adalah bulan yang paling dinantikan, karena bulan Ramadan salah satu bulan yang penuh berkah dan merupakan momen terbaik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di bulan Ramadan, THR atau Tunjangan Hari Raya menjadi salah satu hal yang paling dinantikan. Rasa bahagia saat …