Perencanaan Keuangan

Masih ingat soal berita yang menyebutkan generasi milenial yang bekerja di Jakarta tidak akan mampu beli rumah dalam waktu lima tahun ke depan (tahun 2021). Apakah kamu termasuk orang yang khawatir setelah membaca berita itu?

Berita tersebut bermula dari riset lembaga properti dan lembaga karir. Kesimpulan tidak mampu membeli rumah berangkat dari angka pendapatan kenaikan gaji normal sepanjang tahun 2016 yang rata-ratanya hanya 10%. Sedangkan lonjakan harga rumah asumsinya minimal 20% per tahun. Atau bahasa gampangnya, “Kenaikan harga rumah itu lebih tinggi dari kenaikan gaji tahunan loe”.

Kesimpulan berita itu merupakan peringatan bagi milenial atau siapapun yang saat ini masih berjuang untuk membeli rumah.  Jika memang kenaikan gaji tahunan kita lebih kecil dari kenaikan harga rumah ya bisa jadi benar prediksi di atas.

Nah, sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Membeli rumah itu bukanlah transaksi yang dilakukan sekali saja kemudian beres urusan. Karena harga rumah yang nominalnya besar, kebanyakan milenial membeli rumah dengan skema cicilan atau kredit ke bank. Jika pilihan itu yang diambil maka langkah pertama yang harus disiapkan adalah mempersiapkan uang muka.

Nilai uang muka juga cukup besar karena biasanya kisaran uang muka dari 10% sampai 25% dari harga rumah. Persentase uang muka ini tergantung dari bank pemberi kredit atau pengembang.

 

Ada beberapa solusi bagi mereka yang ingin menyiapkan uang muka pembelian rumah:

  1. Dapat Warisan

Mendapatkan warisan itu ibarat durian runtuh, karena terkadang nilainya amat besar tergantung dari harta yang dimiliki oleh orang tua kita. Seringnya warisan yang dalam bentuk barang atau property itu langsung dijual agar bisa dibagi oleh saudara kandung yang lain. Setelah mendapat dana segar pembagian harta warisan tersebut seringkali kita gunakan untuk membeli sesuatu yang nilainya besar. Contohnya membeli kendaraan atau membeli rumah. Namun, jika uangnya  masih kurang maka harta warisan hanya untuk digunakan pembayaran uang muka saja. Sedangkan sisanya akan kredit ke bank.

Namun, mendapatkan harta warisan bukan keniscayaan karena tidak semua orang tua kita memiliki harta melimpah. Kalaupun iya memberikan warisan, bisa juga mereka memberikan sebagian harta warisan untuk kegiatan/program sosial. Jadi jangan terlalu berharap pada opsi ini ya.

  1. Jual Aset

Cara cepat lain mendapatkan uang muka pembelian rumah adalah menjual aset, bisa itu berupa kendaraan, perhiasan, ataupun koleksi barang kalian yang nilainya cukup besar.

Kenapa harus dijual bukan digadaikan untuk dijadikan jaminan? Karena kalau cara gadai yang dipilih maka kamu akan menanggung dua beban cicilan. Pertama cicilan barang yang digadaikan tersebut dan berikutnya cicilan rumahnya.

  1. Menabung di bank

Opsi kedua ini banyak yang dipilih kebanyakan orang, karena mereka hanya menyisihkan penghasilan bulanan saja sampai nominalnya tercukupi. Kekurangan opsi ini, uang yang dikumpulkan di bank akan kalah dengan inflasi. Karena bunga bank yang diberikan amat kecil sehingga uang kita segitu-segitu saja sedangkan harga rumah yang diincar bisa naik melebihi inflasi harganya.

Mungkin cara ini dapat berhasil, jika tabungan di bank ditambah dengan bonus tahunan atau penghasilan sampingan. Sehingga dapat mengejar kenaikan harga rumah yang diincar.

  1. Investasi di reksa dana

Meskipun namanya investasi, jenis investasi reksa dana cenderung lebih aman dibanding jenis investasi lain seperti berinvestasi saham secara langsung, future trading atau komoditas. Berinvestasi di reksa dana juga memiliki ragam pilihan produk, mulai dari yang agresif dengan risiko tinggi seperti reksa dana saham ataupun risiko relatif sangat rendah di reksa dana pasar uang. Bagi mereka yang concern dengan syariat islam, ada juga produk reksa dana syariah.

Kelebihan berinvestasi di reksa dana karena dana yang kita setorkan dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman di industri keuangan. Sehingga kita sebagai investor hanya tinggal disiplin investasinya dan tinggal duduk melihat kinerja produk reksa dananya. Kinerja industri reksa dana di Indonesia sepanjang tahun 2017 memiliki kinerja positif. Contohnya kinerja rata-rata reksa dana saham sepanjang tahun lalu rata-rata memberikan return (imbal hasil) sebesar 11.25%.

Sebagai gambaran atau ilustrasi, jika kita ingin membeli rumah dengan harga Rp 700 juta di masa mendatang, misal. Maka perlu kita menyiapkan uang muka 15% dari harga rumahnya, yakni Rp 105 juta. Jika kita rutin berinvestasi tiap bulan di reksa dana saham dengan asumsi tingkat imbal hasilnya 11, 25% per tahun, maka uang muka rumah sebesar Rp 105 juta dapat terkumpul dalam waktu 6 tahun, dengan berinvestasi hanya sekitar Rp 1 juta/bulan.

Banyak pillihan produk reksa dana di pasaran, salah satu di antaranya adalah reksa dana besutan Samuel Aset Manajemen (SAM) yang menyediakan berbagai produk reksa dana, baik berbasis konvensional dan Syariah, dan dapat diperoleh langsung melalui website di https://www.reksadanaSAM.co.id.

 

No Comments

Leave a Reply

Perencanaan Keuangan
Jangan Ragu, Investasi di Reksa Dana Baru

Menjatuhkan pilihan investasi di reksa dana itu gampang-gampang susah. Gampangnya karena investasi ini begitu mudah mulainya dan dapat dimulai dengan nominal yang kecil yakni Rp 100.000,-. Dengan investasi di reksa dana tidak perlu repot untuk rajin update informasi soal ekonomi, industri keuangan dan sejenisnya karena investasi kita sudah ditangani oleh …

Perencanaan Keuangan
Nabung Rp 1 juta per Bulan Bisa Dapat Rp 1 Miliar

Sering kita jumpai keluhan, “Baru gajian uang sudah habis”, ” Gaji tujuh juta koma…, baru tujuh hari sudah koma. Boro-boro mau jadi milyader, mau sisain uang buat tabungan aja susah”. Siapa bilang karyawan dengan level staf tidak dapat punya uang miliaran dengan cara halal dan legal. Kemungkinan memiliki uang bernilai …

Perencanaan Keuangan
Investasi Mudah, Murah, Tanpa Potongan

Investasi sudah menjadi bagian gaya hidup di kalangan milenial sekarang. Karena mereka sadar kesehatan finansial juga penting agar standar hidup mereka di hari tua tidak banyak berubah dibanding saat ini. Instrumen investasi pun banyak sekali jenisnya. Dari yang paling berisiko misalnya mata uang kripto seperti bitcoin, future trading, saham. Kemudian …