Cukup Rp100 Ribu, Sudah Bisa Investasi di Reksa Dana Syariah SAM

Advertorial SAM

Industri berbasis syariah kini makin dikenal luas. Gaya hidup ber syariah kini tidak hanya terbatas dalam industri F&B dan fesyen, tetapi juga telah merambah ke industri keuangan seperti perbankan, asuransi (tafakul) dan investasi di pasar modal.

Chief Operating and Marketing Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Intan Syah Ichsan menyampaikan, ke depan, industri keuangan khususnya investasi berbasis syariah di Indonesia akan memiliki prospek yang sangat cerah. Terutama didukung dengan munculnya inovasi baru dan perkembangan pesat pada teknologi digital.
Konsep syariah baik di industri keuangan ataupun industri lainnya, berpijak pada azas Rahmatan Lil Alamin yaitu kesejahteraan untuk seisi alam. Oleh karenanya, kata Ichsan industri keuangan syariah tidak dirancang untuk melayani segmen nasabah muslim saja, tetapi juga dapat dimiliki setiap lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

Namun, harus diakui, saat ini untuk produk keuangan syariah, Indonesia masih kalah dengan Malaysia. Berdasarkan data Global Islamic Finance Report 2016, Indonesia ada di posisi kesembilan sebagai negara yang memiliki aset keuangan syariah terbesar di dunia. Posisi tiga besar dipimpin oleh Arab Saudi, Iran, dan Malaysia.
Untuk diketahui, investasi sesuai syariah Islam, termasuk di antaranya adalah cara kepemilikan sesuai akad syariah, pengelolaan investasi dibatasi hanya pada produk investasi syariah, serta penggunaan dana investasi yang juga diatur oleh akad syariah.

Investasi syariah, dijelaskan Ichsan, lebih menentramkan karena syarat menjadi instrumen pasar modal syariah antara lain berlandaskan akad syariah dan sesuai peraturan terkait penerbitan efek syariah.
“Instrumen investasi diterbitkan oleh perusahaan yang kegiatan bisnisnya tidak bertentangan dengan prinsip syariah (seperti perjudian, jasa keuangan ribawi), memiliki total utang tidak lebih dari 45% dari total asetnya, serta total pendapatan bunga non-halal tidak melebihi 10% total pendapatan usahanya,” ucap Ichsan
Adapun khusus mengenai produk reksa dana syariah, menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001, dalam pengelolaannya, reksa dana syariah berlandas pada dua akad: Wakalah dan Mudharabah. Wakalah adalah akad antara pemodal sebagai pemilik harta (shahib al-mal/Rabb al Mal) dengan Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal, maupun antara Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal dengan pengguna investasi. Mudharabah adalah akad bagi hasil.

“Dari tantangan tersendiri dalam mengelola produk syariah adalah pada keterbatasan instrumen dan likuiditas pasar. Hal ini membuat pengelolaan produk syariah menjadi lebih menantang karena fund manager tidak dapat sepenuhnya mengimplementasikan strateginya,” ucap Intan Syah.
SAM sendiri saat ini memiliki pilihan produk reksa dana syariah yang lengkap dan beragam yakni mulai dari SAM Sharia Equity Fund (SSEF) berupa reksadana saham syariah, SAM Syaria Berimbang (SSB) berupa reksadana campuran syariah, SAM Sukuk Syariah Sejahtera (SSS) berupa reksadana pendapatan tetap syariah dan produk terakhir yang berjenis pasar uang syariah, yakni SAM Dana Likuid Syariah (SDLS) yang diterbikan pertama kali pada 9 Maret 2018.

“Kebijakan investasi dari SDLS adalah 100% pada Instrumen Pasar Uang dan/atau Efek Berpendapatan Tetap dan/atau Deposito Syariah,” jelas Ichsan.
Tentu saja, SAM juga memiliki produk konvensional. Yakni: SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) dan SAM Beta Plus Equity Fund (SBP) yang merupakan reksa dana saham. SAM Dana Berkembang (SDB) berupa reksa dana campuran, dan SAM Dana Kas (SDK) berupa reksa dana pasar uang “Dalam waktu dekat SAM akan meluncurkan produk terbaru berbasis konvesional untuk jenis reksa dana pendapatan tetap yakni SAM Dana Obligasi Prima (SDOP) untuk melengkapi jenis reksa dana yang dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko dari masing-masing nasabah,” ujar Intan Syah.

Tahun ini, Reksadana syariah SAM Dana Likuid Kas mengincar return 5,5% dan dana kelolaan Rp50 miliar. Agar imbal hasil maksimal, untuk portfolio obligasi, saat ini penempatannya lebih banyak pada obligasi korporasi dibandingkan pada sektor Surat Utang Negara (SUN) dengan durasi portfolio yang lebih pendek dibandingkan dengan indeks obligasi.

Ichsan lebih jauh menjelaskan bahwa reksadana syariah SAM ditujukan baik untuk nasabah perorangan maupun nasabah institusi yang menginginkan tingkat pengembalian investasi yang menarik. Pembelian minimal reksa dana syariah SAM sangat terjangkau, hanya dengan Rp100 ribu. Pembelian dapat dapat dilakukan secara online melalui website www.reksadanasam.co.id atau datang langsung ke kantor pusat SAM.

Agar setiap investasi reksa dana memberi hasil optimal, Ichsan menyarankan berinvestasi sesuai dengan tujuan keuangan. Untuk tujuan keuangan kurang dari 1 tahun, bisa memilih reksa dana pasar uang syariah. Untuk tujuan keuangan antara 1-3 tahun, bisa memilih reksa dana pendapatan tetap syariah, untuk tujuan keuangan lebih panjang, hingga 5 tahun, dapat menggunakan reksa dana campuran syariah. Jika memiliki tujuan lebih dari 5 tahun, gunakan reksa dana saham syariah. Yuk, berinvestasi reksa dana syariah di SAM.

artikel ini juga tayang di Tabloid Kontan edisi khusus Syariah Juni 2018

Advertorial SAM
Kondisi Pasar Tahun Depan Bakal Membaik. Jangan Tunda Berinvestasi Reksadana di SAM

Samuel Aset Manajemen (SAM)  memperkirakan, meski masih ada ketidakpastian yang terutama berasal dari sisi eksternal (global), prospek reksadana tahun 2019 akan membaik/positif terbantu dengan prospek ekonomi makro yang lebih baik dibandingkan tahun ini. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menjelaskan, beberapa isu/tantangan global yang masih menjadi perhatian investor global dan …