Investasi Reksa Dana

Apa Itu dan Mengapa Memilih Reksadana Syariah?

Masyarakat Indonesia masa kini sudah mulai ‘melek finansial’ alias sudah paham dan sudah menggunakan produk keuangan dan investasi.  Indikatornya jumlah investor di sepanjang tahun 2018 lalu mengalami kenaikan yang signifikan lebih dari 30%.

Contohnya investor reksadana per akhir tahun lalu hampir mencapai jumlah satu juta peserta. Jumlah ini meningkat jauh dari posisi tahun 2017 sebanyak 670.000 investor.

Salah satu alasan investasi reksadana diminati karena banyak pilihan produknya untuk berbagai pilihan resiko dan reksadana juga ada pilihan reksadana syariahnya. Hadirnya reksadana syariah tentu menyesuaikan dengan demografi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.

Memang apa bedanya reksadana syariah dengan reksadana konvensional?

Perbedaannya  pengelolaan dana di produk reksadana syariah diinvestasikan ke dalam produk investasi saham, obligasi dan instrumen pasar uang yang sesuai dengan ketentuan dengan prinsip syariah Islam. Contohnya seperti saham syariah dan sukuk.

Lebih rincinya, hal yang membedakan reksadana syariah dibanding konvensional adalah akadnya. Akad yang digunakan dalam mekanisme kegiatan reksadana syariah meliputi akad kerja sama (musyarokah), sewa menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah). Hal ini tercantum pada Fatwa MUI No 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksadana Syariah.

Manajer investasi syariah yang mengelola dana produk reksadana syariah tidak hanya diawasi oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tapi juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah Majelis Ulama Indonesia (DPS MUI). Jadi, sudah gak perlu diragukan lagi kan soal prinsip syariahnya.

Dengan memilih reksadana syariah kita dapat mencapai tujuan finansial dengan lebih cepat (dibandingkan dengan menabung) tapi tetap dengan cara yang sesuai syariat islam. Adapun tujuan finansial tersebut diantaraya untuk pergi umroh, naik haji atau bisa juga mengumpulkan dana untuk membeli kendaraan bermotor atau rumah sekalipun.

Dengan memilih berinvestasi di produk syariah maka seperti ungkapan bijak yang sering kita dengar: Tujuan yang baik akan lebih baik lagi jika dicapai dengan proses yang baik pula. Momentum bulan Ramadan tahun ini dapat kita manfaatkan untuk mulai mencoba atau mengalihkan investasi kita ke reksadana syariah.

Nah, bagi kamu yang ingin mencoba investasi reksadana syariah bisa melalui perusahaan manajer investasi (MI) syariah yang ada. Salah satunya PT Samuel Aset Manajemen (SAM) yang memiliki banyak pilihan produk reksadana syariah.

SAM memiliki 4 produk reksadana syariah diantaranya Reksadana SAM Dana Likuid Syariah yag berjenis pasar uang; SAM Sukuk Syariah Sejahtera yang berjenis  reksadana pendapatan tetap; SAM Syariah Berimbang yang berjenis reksadana campuran; dan ada SAM Sharia Equity Fund yang aset dasarnya mayoritas saham syariah.

Bagi kamu yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap lagi tentang reksadana syariah SAM atau mencoba membeli produknya dapat langsung mengunjungi www.reksadanasam.co.id

Investasi Reksa Dana
Perhatikan Jam Transaksi Saat Membeli Reksadana

Sebagai seorang investor yang baik, kita dituntut harus tahu kondisi pasar. Selain itu tentu juga harus tahu seperti apa produk investasi dan bagaimana cara kerjanya. Sebagai investor reksadana, jika sudah tahu jenis-jenis produk reksadana, sebaiknya juga paham proses transaksi dalam pembelian dan saat penjualan (pencairan dana) reksa dana. Reksa dana …

Investasi Reksa Dana
Apa yang Harus Dilakukan Jika Nilai Reksadana Turun Terus?

Tujuan kita berinvestasi adalah agar uang yang kita punya bertambah dan tidak tergerus oleh angka inflasi tahunan. Selain itu dengan berinvestasi kita dapat mencapai tujuan keuangan tertentu yang kita targetkan seperti membeli mobil, rumah, biaya ibadah haji atau untuk dana pendidikan anak. Namun perlu kita ingat, yang namanya produk investasi …

Investasi Reksa Dana
Memilih Reksadana yang Cocok dengan Profil Risiko

Berbicara soal investasi, termasuk reksadana itu seperti membahas dua sisi koin. Sisi pertama bicara keuntungan yang akan didapat dan sisi lainnya tentang risiko dari instrumen investasi tersebut. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Khusus berinvestasi di reksadana, calon investor sudah dibagi karakternya berdasarkan profil risiko masing-masing investor.  Proses ini disebut KYC (Know …