Mengenal Istilah-istilah Dalam Reksa Dana (Bagian 3)

Istilah Reksa Dana

Dalam dua artikel sebelumnya kita sudah membahas istilah reksadana terkait produk reksadana, transaksi dan soal resikonya. Dalam artikel ini akan dibahas jenis-jenis reksadana.

Secara prinsip ada jenis reksadana yakni reksadana konvensional dan reksadana syariah.

Reksadana Konvensional adalah reksadana yang dapat berinvestasi di semua jenis efek keuangan; seperti saham, obligasi, dan deposito; dengan batasan-batasan investasi sebagaimana ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan Reksadana Syariah adalah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh OJK.

Jenis Reksa Dana berdasarkan jenis instrumen investasi yang dikelola

Produk reksadana yang dijual secara ritel umumnya dibagi 4 jenis berdasarkan portofolio aset yang dimiliki tiap produk reksadana. Pertama, Reksadana Saham (Equity Fund) yang menginvestasikan dananya sebagian besar pada saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek. Jenis ini memberikan potensi tingkat pengembalian dan risiko yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya (high risk, high return). Reksadana jenis ini tepat bagi investor pemula yang berorientasi jangka panjang (jangka waktu investasinya di atas 5 tahun).

Kedua, Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund). Jenis reksadana ini sering disebut juga reksadana obligasi karena reksadana ini yang menginvestasikan dananya sebagian besar pada obligasi, baik obligasi korporasi maupun obligasi pemerintah. Produk ini tepat bagi investor yang ingin memperoleh pendapatan yang relatif stabil serta menginginkan tingkat pengembalian serta risiko yang moderat. Cocok bagi investor pemula yang berorientasi jangka menengah (jangka waktu investasinya 1-3 tahun).

Ketiga, Reksadana Campuran (Balanced Fund) yang menginvestasikan dananya pada berbagai macam Efek (seperti: deposito, saham, obligasi, dll). Alokasi aktiva didistribusikan pada investasi saham untuk tujuan pertumbuhan, obligasi untuk pendapatan, pasar uang untuk tunai dan stabilitas. Reksadana ini tepat bagi investor dengan tingkat risiko moderat dengan target jangka waktu pengembalian dana 3-5 tahun.

Keempat, Reksadana Pasar Uang (Money  Market Fund) yang menginvestasikan dananya sebagian besar pada produk-produk di pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dll. Reksadana ini menawarkan tingkat risiko dan pengembalian yang relatif Rendah dan tepat bagi investor pemula dan berorientasi jangka pendek (jangka waktu investasinya < 1 th).

Keempat jenis reksadana di atas tergolong ke dalam jenis reksadana terbuka. Reksadana Terbuka adalah reksadana yang dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu setiap hari bursa.  Reksadana ini dibagi menjadi beberapa jenis tergantung dari isi portofolionya.

Selain reksadana terbuka dikenal juga istilah reksadana tertutup.  Reksadana tertutup adalah reksadana di mana investor hanya menawarkan dan membeli kembali unit yang ditawarkan di waktu-waktu tertentu sesuai ketentuan yang ditetapkan. Saat ini, hampir sebagian besar Reksadana yang beredar di Indonesia adalah jenis reksadana terbuka.

Jenis Reksadana Lainnya

Selain itu ada beberapa jenis reksadana lainnya, yakni reksadana terproteksi, reksadana indeks, dan reksadana ETF.

Reksadana Terproteksi adalah jenis reksadana yang akan memproteksi 100% pokok investasi investor pada saat jatuh tempo. Reksadana ini memiliki jangka waktu investasi yang telah ditentukan sebelumnya oleh Manajer Investasi, namun dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya proteksi akan pokok investasi. Berbeda dengan reksadana terbuka dan reksadana indeks, reksadana terproteksi memiliki masa penawaran sehingga investor hanya dapat membeli reksadana ini pada saat tertentu saja

Sedangkan Reksadana Indeks adalah reksadana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham. Reksadana indeks ditujukan bagi Investor yang menginginkan transparansi atas investasinya.

Berikutnya, Reksadana ETF adalah reksadana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu dan diperjualbelikan layaknya seperti saham di bursa yang dapat dicermati pergerakannya.  ETF ditujukan untuk memperoleh hasil investasi selayaknya bahkan outperform market return. Oleh karena itu, yang menjadi acuan dari produk ini adalah market indeks.

Terkait manfaat, risiko, dan kewajiban relatif sama dengan produk atau jenis reksadana lainnya. Perbedaannya adalah bahwa Reksadana ETF dapat dibeli melalui Perusahaan Efek (Broker) yang terdaftar di Bursa Efek dan bukan dari Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Kamu sekarang sudah punya gambaran yang lebih jelas kan mengenai beragam jenis reksadana. Dengan memahami jenis reksadana yang diinginkan, maka berinvestasi reksa dana menjadi sangat menyenangkan.  Ayo investasi sekarang!

Investasi Reksa Dana
Perhatikan Jam Transaksi Saat Membeli Reksadana

Sebagai seorang investor yang baik, kita dituntut harus tahu kondisi pasar. Selain itu tentu juga harus tahu seperti apa produk investasi dan bagaimana cara kerjanya. Sebagai investor reksadana, jika sudah tahu jenis-jenis produk reksadana, sebaiknya juga paham proses transaksi dalam pembelian dan saat penjualan (pencairan dana) reksa dana. Reksa dana …

Investasi Reksa Dana
Memilih Reksadana yang Cocok dengan Profil Risiko

Berbicara soal investasi, termasuk reksadana itu seperti membahas dua sisi koin. Sisi pertama bicara keuntungan yang akan didapat dan sisi lainnya tentang risiko dari instrumen investasi tersebut. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Khusus berinvestasi di reksadana, calon investor sudah dibagi karakternya berdasarkan profil risiko masing-masing investor.  Proses ini disebut KYC (Know …

Investasi Reksa Dana
Beli Reksa Dana Harga NAB-nya Saat Masih Rendah Lebih Menguntungkan?

Dalam dunia investasi reksa dana, kita akan sering menemui istilah Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan  (disingkat NAB/UP).  NAB/UP adalah harga suatu reksadana yang menjadi tolok ukur atau acuan perhitungan harga dari suatu reksadana. NAB/UP menjadi patokan setiap kita mau melakukan transaksi pembelian, penjualan atau pengalihan (switching). Besaran NAB/UP di setiap …