Menghindari Jebakan Investasi Bodong

Artikel

Berinvestasi merupakan pilihan tepat jika kamu ingin meningkatkan aset keuanganmu. Salah satu investasi produk keuangan yang menjadi pilihan banyak orang adalah reksa dana. Namun dalam berinvestasi kamu harus waspada, karena sampai saat ini masih banyak orang yang terpedaya oleh investasi bodong.

Investasi bodong adalah penipuan yang berkedok investasi, yang seakan- akan mengelola investasi, tapi pada kenyataannya investasi tidak dilakukan dengan benar sesuai peraturan yang berlaku. Ada juga investasi bodong yang meminta investor untuk menanamkan modal pada bisnis atau kegiatan tertentu yang sebenarnya tidak pernah ada. Umumnya investasi bodong memberikan janji manis kepastian keuntungan yang besar agar calon investor tertarik memberikan dananya.

Lalu, bagaimana cara agar tidak terjebak investasi bodong? Berikut ini ciri-ciri investasi bodong yang perlu kamu cermati sebelum memulai investasi:

Tidak Memiliki Izin
Memiliki izin usaha merupakan syarat mutlak dari investasi legal.  Perusahaan investasi yang legal juga diawasi oleh regulator terkait. dan memiliki struktur kepemilikan, alamat dan domisili perusahaannya, yang terdaftar dengan baik.

Misalnya perusahaan investasi yang mengelola reksadana (Manajer Investasi) atau broker saham (Sekuritas) maka akan diawasi regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan kamu bisa cek izin dan profil perusahaannya di website OJK, www.ojk.go.id atau bisa melalui Kontak OJK 157 atau WhatsApp ke nomor 0811-571-571-57.

Produk Tidak Jelas
Cari tahu apakah produk investasi yang ditawarkan juga terdaftar dan mendapatkan ijin dari regulator. Calon investor berhak mendapatkan informasi yang transparan mengenai kinerja produk dan kebijakan investasi termasuk risiko yang mungki terjadi.

Misalnya, sebelum kamu memulai investasi di reksa dana, bacalah lembar informasi produk dan prospektus dari produk reksa dana yang ingin kamu beli. Untuk memantau perkembangan investasi, kamu dapat melihat publikasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) di harian cetak maupun online serta melalui Laporan Kinerja Produk bulanan (fund fact sheet) yang diberikan Manajer Investasi.

Menjanjikan Keuntungan dalam Waktu Singkat
Kamu perlu memahami kalau setiap investasi memiliki risiko. Prinsip dasar investasi adalah semakin pendek jangka waktu investasi dan semakin kecil risiko, maka kemungkinan imbal hasil yang didapat akan semakin rendah.

Sebaliknya, semakin panjang jangka waktu investasi dan semakin besar risiko, maka kemungkinan imbal hasil bisa semakin besar. Salah satunya faktor risiko investasi adalah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Pada saat perekonomian sedang bagus, kamu bisa saja mendapatkan keuntungan yang tinggi, begitu juga sebalik. Ketika ada perusahaan atau pemasar yang berani menjanjikan investasi tanpa risiko, kemungkinan besar dalah investasi bodong.

Dipaksa Merekrut Nasabah Baru
Hati-hati terhadap segala bentuk penawaran berkedok investasi dengan modus arisan berantai atau member get member, yang sebenarnya mengunakan skema Ponzi atau lazim disebut money game.

Praktik investasi bodong ini menghimpun dana masyarakat dengan memberikan komisi dan bonus dari setiap uang yang disetor ketika ada anggota baru. Prioritasnya lebih kepada bagaimana bisa menarik anggota baru untuk menutup “investasi” anggota lama yang sudah mendaftar lebih dahulu. Pada tahap awal, sebagai “pemanis”, ada investasi bodong yang langsung memberikan keuntungan pasti dengan harapan calon investor akan menambahkan dana yang lebih besar. Namun, setelah dana kembali disetor, keuntungan yang seharusnya dibagi malah mendadak macet dan dana dibawa kabur.

Setelah mengenal ciri-ciri investasi bodong di atas, harapannya kamu akan lebih waspada terhadap tawaran investasi di depan mata, agar uang kamu kumpulkan dengan susah payah tidak terbuang sia-sia pada investasi bodong.

Periksa legalistas dan logisnya, lalu pertimbangkan juga tujuan investasi, profil risiko dan horison investasi. Setelah itu, baru pilih produk investasi mana yang sesuai untuk membantu mencapai tujuan keuanganmu! Selamat Berinvestasi.

Artikel
Investor Institusi VS Investor Individu

Oleh Prof. Dr. Budi Frensidy –  Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal FEB UI. Di bursa saham Indonesia, investor saham dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan pertama dilakukan berdasarkan asal investor, menjadi investor asing dan domestik. Per akhir Juli 2021 lalu, investor asing yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) …

Artikel
Meraih Kebebasan Finansial

Oleh Prof. Dr. Budi Frensidy –  Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal FEB UI. Apa bedanya kaya dan makmur? Kaya biasanya didefinisikan sebagai keadaan memiliki aset atau harta yang lebih banyak daripada orang kebanyakan. Sebenarnya, lebih bijak bila mengukur kekayaan sebagai aset bersih yang dimiliki, dikurangi dengan utangnya. Di zaman …

Artikel
Naik Kelas Menjadi Cerdas Finansial

Oleh Prof. Dr. Budi Frensidy –  Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal FEB UI. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu, indeks literasi keuangan masyarakat kita Indonesia menunjukkan perbaikan. Indeks tersebut naik menjadi 38,0% dari sebesar 29,7% di tahun 2016. Memang, posisi indeks tersebut masih terhitung rendah. Meski begitu, …