Perencanaan Keuangan

Hari libur lebaran begitu menyenangkan karena bagi karyawan kantoran akan mendapatkan cuti bersama untuk libur panjang. Untuk lebaran tahun 2019 ini saja, total hari libur yang didapat bisa sebanyak 11 hari, termasuk di dalamnya 4 hari cuti bersama.

Libur panjang memang begitu menyenangkan tapi hal ini juga ibarat pisau bermata dua. Karena selain menyenangkan, liburan yang panjang identik juga dengan banyak pengeluaran. Apalagi sebelumnya kita juga sudah belanja untuk keperluan lebaran.

Disarankan, setelah libur lebaran ini selesai kita segera cek kondisi keuangan agar tetap  bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk mengecek kondisi keuangan kita dalam keadaan aman setelah libur panjang lebaran.

Pertama, cek likuiditas kondisi keuangan alias ada berapa sisa uang kita di dompet dan rekening. Pasalnya setelah liburan usai  dan kembali masuk kerja tanggal 10 Juni 2019 maka otomatis masih ada 15 hari ke depan sebelum gaji bulan Juni masuk ke rekening (asumsi gajian tiap tanggal 25).

Misalkan sisa uang kita ada Rp 1,5  juta maka maksimal pengeluaran kita per harinya setelah liburan maksimal Rp 100.000,-. Pastikan sisa uang yang dimiliki cukup untuk memenuhi aktivitas dan kebutuhan sehari-hari. Kalau kurang berarti  harus berhemat, kalau lebih masih bisa disimpan.

Langkah kedua, segera cek kondisi utang. Saat libur lebaran adalah masa yang konsumtif karena begitu banyak potongan harga yang ditawarkan agar kita membeli berbagai barang-barang kebutuhan. Pembelian barang-barang ini bisa saja menggunakan kartu kredit atau bahkan dengan program cicilan.

Segera kalkulasi transaksi utang tersebut. Diusahakan saat tagihannya keluar segera dibayar lunas agar tidak menimbulkan masalah berikutnya yakni membayar bunga  yang menumpuk. Jika nominal utang kartu kredit lebih besar dari jumlah gaji bulanan, sebaiknya kita hubungi bank penerbit kartu untuk meminta dibuatkan program cicilan (kalau bisa yang 0%) agar tidak mengganggu likuditas keuangan di bulan berikutnya.

Setelah hal pertama dan kedua sudah dilakukan maka langkah berikutnya adalah kita harus bisa menata dan merencanakan keuangan untuk waktu ke depan. Caranya dengan menyisihkan sebagian gaji kita untuk ditabung dan untuk investasi demi memenuhi segala kebutuhan kita ke depan.

Kebutuhan tersebut sangat beragam dan berbeda tiap orangnya. Ada yang ingin merencanakan memiliki rumah, kendaraan atau ada juga yang ingin mempersiapkan dana pernikahan atau biaya sekolah anak. Dengan menetapkan tujan keuangan tersebut maka menabung dan berinvestasi tersebut akan terasa lebih baik.

Bicara soal menyisihkan dana untuk investasi ini bukan soal seberapa besar nominal yang disisihkan tiap bulannya dari gaji. Menyisihkan dengan nominal yang kecil per bulan pun tidak jadi masalah karena yang paling penting adalah konsisten melakukan hal tersebut tiap bulannya. Prinsipnya kita harus bisa menyisihkan bukan menyisakan dana per bulan untuk investasi.

Jika kita sudah bisa konsisten dengan nominal kecil maka secara perlahan nanti bisa memperbesar dana yang disisihkan per bulannya sesuai dengan kenaikan penghasilan tiap tahun.

Investasi Reksa Dana
Apa yang Harus Dilakukan Jika Nilai Reksadana Turun Terus?

Tujuan kita berinvestasi adalah agar uang yang kita punya bertambah dan tidak tergerus oleh angka inflasi tahunan. Selain itu dengan berinvestasi kita dapat mencapai tujuan keuangan tertentu yang kita targetkan seperti membeli mobil, rumah, biaya ibadah haji atau untuk dana pendidikan anak. Namun perlu kita ingat, yang namanya produk investasi …

Perencanaan Keuangan
Tips Liburan Keluarga yang Berkesan Tapi Tetap Hemat

Periode waktu bulan Juni sampai Juli identik dengan pergantian tahun sekolah. Pada saat ini anak memiliki jatah hari libur panjang yang seringkali digunakan untuk acara liburan keluarga. Liburan sekeluarga sangat berbeda dengan berpergian sendiri atau hanya dengan pasangan saja. Karena liburan keluarga kita turut mengajak anak-anak bahkan terkadang juga orang …

Investasi Reksa Dana
Investasi Murah Bagi Pegawai yang Bergaji UMR

Kabar gembira bagi para kelas pekerja Indonesia karena rata-rata kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2019 sebesar 8,03%. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding kenaikan inflasi tahunan 2018 yang tercatat 3,13%. Kalau kita lihat upah minimum di tiap provinsi, angka yang paling kecil itu ada di Yogyakarta dengan UMP Rp …